Dari kaca jendela aku nelangsa,
seperti bumi menangisi hari-hari jatuh hari-hari keruh
Pada resah angin aku mengadu tentang ceracau tanah yang gelisah,
sementara air beberapa kali telah merambah merayap di matakaki rumah-rumah
Nun, tetap ingin kudefinisikan airmara itu rahmah dari pemiliknya.
Medan, penghujan 2o-july'08
Kamis, 04 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar