Kamis, 04 September 2008

Hujan

Dari kaca jendela aku nelangsa,
seperti bumi menangisi hari-hari jatuh hari-hari keruh
Pada resah angin aku mengadu tentang ceracau tanah yang gelisah,
sementara air beberapa kali telah merambah merayap di matakaki rumah-rumah
Nun, tetap ingin kudefinisikan airmara itu rahmah dari pemiliknya.

Medan, penghujan 2o-july'08

Tidak ada komentar:

Posting Komentar